Minggu, 02 November 2014
Lirik Lagu MOSES BANDWIDTH Full
JAUH
Jauh kulihat bintang dilangit
Pabila awan hitam silih berganti
Jauh kulihat bening matamu
Pabila air mata lirih menanti
Kau tak pernah kan mengerti
Apa yang kurasakan
Kau tak pernah kan mengerti
Apa yang kulakukan
Kau tak pernah kan mengerti
Apa yang kukatakan padamu
Walau kini ku tlah tinggalkan semua
Masih tersimpan dalam hatiku
Semua kata cinta tentang bayangmu
Masih kupeluk pada dadaku
Seuntai rasa rindu akan dirimu
Takkan bisa kau berpaling
Takkan Bisa kuberlalu
Hilangkanlah semua rasa
Jauhkanlah semua benci
MAGADHIR
Magadhir yaawal bil alla
Magadhir wissammbil alla
Magadhir yaawal bil alla
Magadhir wissammbil alla
Magadhir wissammbil hayaati
Wasowil lakma**l hanna
Magadhir wissammbil hayaati
Wasowil lakma**l hanna magadhir
Magadhir..
Alla mi'ad dakhilna, dakhilna
Wal farokh hunna
Wa kun nabaat a'isna a'isna
Al abal himna
Wa kanil faro ghorib
Wa ismil amma ghorib
Wa kanil faro ghorib
Wa ismil amma ghorib
Magadhir.. magadhir..
Alla ya lil hawa kaifa muhabbati'u..
Kaifa nawa ightanasi alla uuyu..
LUKISAN HATI
Dari lubuk hati yang paling dalam
Terucap kejujuran kata
Kucoba rentangkan lamunan lara
Saat kau pergi dan terbata
Kucoba hilangkan smua kenangan
Didalam bayanganmu
Lukisan hati t'lah Terbuai
Pada malam yang telah usai
Mungkinkah kini akan terus kurangkai
Bayangan sunyi kan menghilang
Ketika senja kian terang
Haruskah kutaburkan sejuta bintang
SEPERTI BINTANG
Telah kuungkapkan semua
Perasaanku padamu
Telah kutuliskan semua
Isi hatiku padamu
Seperti bintang yang bersinar
terang
Terangi jalanku pada kegelapan
Takan mudah bagiku untuk
Lupakan bayanganmu
Takan mudah bagimu untuk
Tinggalkan diriku
Telah kukatakan semua
Isi hatiku padamu
Kucoba rentangkan hati
yang tak pernah Hilang
Namun kumasih mencari
Arti tentang cinta
ARABIAN DREAMS
Wind lick the spear thet planted
To the corpse of the catasthrophe
Falling tears of the cloudy skies
Showering the putrescence surface
Of landscape that and enshroud
By convergent remains
From armour of the end
That defleshed by the deity plague
Duhai pengisi tahta birahi
Tidakah kentara gema pembuka
Kisah masa cekam mengerikan
Cerai beraikan kita berdua
Mata pedang ini bara hasratku
Cabik apapun yang membayangi
Langkahku mencari antara kafilah galaksi
Dan sandingkan dua hati kami
Dimanakah kita saat Ya’juz dan Majuz terbebas
Sempatkah kita bersua sejak Almasih Dajjal lahir
Dan pembantaian dimulai…
DATANG DAN PERGI
Apa yang seharusnya akan terucap
Justru hilang semuanya
Dalam kelam datang dan pergi
Datang dan pergi,...
Tak peduli bagaimanakah hatiku..
Dalam gelap yang selalu Menyesakan
Biar kusendiri sekedar elus hati
karna kuingini
Menatap senja sambil memalingkan muka
Selamat tinggal semuanya kisah cinta
Bukan untuk datang dan pergi namun kusendiri
Tinggalkan cerita dalam masa yang lalu…
Dari ujung tanduk aries
Kulihat mentari jatuh tenggelam
Kau menjelma dalam kegelapan malam
Menari bersama ribuan bintang
Seribu pilu perang badar
Terbayang sejuta keheningan
Biarpun nyawaku terlepas
Kumasih berharap dirimu ada disisiku
FALLING DOWN
Was I made from the soil of inferno
As my flesh keep tortured over and over again
Was the pregnancy of me in the ugly year
And I was given born in deth penalty
Along the mourning records of the fall
Eversince Lucifer to eve
down to earth to habil’s homicide
Was I aborted since my early embryonic grow
Or I am a flesh from incestuous filthy deeds
That I’am crying all the sin of the elder one
Or I’am the of mother nature anathema
Along the mourning records of the fall
Eversince Lucifer to eve
down to earth to habil’s homicide
Was hate given born to stare at my move
I’m falling down like an early sin of the serpent’s wrath
Guilt and pain are two sides of my broken wing
And I was given a born in death penalty
I wish I was dust who was given born in nothingness
Was hate given born to stare at my move
Eversince Lucifer to eve down to earth to habil’s homicide
FORSIT VIRGINITY
Terdengar satu ungkapan
Hembusan Hulu anka
Buaian nujum golgota
Serpihan cinta
Bisikan merah virginitY
Meruntai disanubari
Dikhoibar kau ungkapkan kesetiaan
Dalam buaian ahli nujum
Dan pilu mastrubasi
Kumasih berharap temukan
bait cinta abadi
Meruntai dalam merah senja
Mengalir kepiluan
Kutemukan sebuah sisi
Dimalam gerhana purnama
Benderang putih cahaya purnama
Menari didalam hati pertama
Hiasi sebuah angan ternama
Sewangi bunga masa harasenama
Kulihat indah wajahmu
Memudar pada duka
Kukecup manis bibirmu
dikerinduan
Himpitan rindu forsity
Menari dan penuh arti
Pelukan erat tubuhmu
Mengiringiku
HYBRID CHOSROES
Kumelangkah telusuri hari
Meniti apa yang kucari
Bayangmu slalu terkenang indah
Diantara kafilah dini
Datanglah untuk malamku
Bersama tarbiz nyanyianmu
pada alunan rindu
Didalam lunai anganku
Terikat satu kerinduan
Pada wangimu kini
Biarlah itu semua
Berlalu dengan hampa
Walau kita masih bersama
Hanya satu mimpi kita
Masih terus kuraba
Didalam semu dunia
Hanya angin menerpa ragaku
Disisi indahnya Chosroesmu
Akankah semua ini
Mampu kita lalui
Disaat beku teruji
Yakinkanlah dihati
Asa akan menggapai
Atas apa yang kita cari
KU UCAPKAN SELAMAT TINGGAL
Kuberjalan sendiri
Dalam himpitan dunia
Terjerat kepedihan hati
Berpaling dari semua hasrat
Kegelapan malam
Membeku dalam hampa
Warna yang telah memudar
Kuucapakan selamat tinggal
Bunuh dirimu,...
Hempaskan nafas terakhirmu
Bawa serta jiwamu,...
Menuju gerbang keabadian
Tinggalkan duniamu
Biarkan mereka meratap
Karena hidup tanpa arti
Menuju bakaran semu
Semasa yang penuh dosa
Kebencian dalam hatiku
Semua takan pernah berubah
Kuucapkan selamat tinggal...
LAILA MAJNUN
Kau Indahkan malamku antara putaran rindu
Begitu berat kuungkap kejujuran hatiku
Bagaikan syair tanpa syahdu
"..Rajut benang keikhlasan
Rangkul damai ketulusanPeluk kasih tulus kerinduan
Senyuman hanya sketsa kenangan
Mencintai angan-angan
Menjadi alur khayalan
Bayangan semu hanya lukisan kosong
Praduan.."
Biarkan aku kini merasakan cinta
Terpendam dihati dan tak nyata
Diufuk hudaibiyah tersirat rintihan tangis
Kau tiup siluet nafasku pada senja terbentang
Seuntai anganku terkenang
"..Riuh air membisikan kalbu yang rapuh
Janganlah bercermin dilautan keruh
Meratap diantara nurani yang mengeluh
Rengkuh sujud laila Menyimpan tangismu
Satu nama senantiasa utuh dalam perihmu.."
Menepilah kembali dawai untuk laila
Perasaan cinta dari majnun
Menepilah kembali (Benang kerinduan...)
Dawai untuk laila (Damai ketulusan...)
Perasaan cinta (Ikhlaskanlah...)
Dari majnun..
Biarkan aku kini (Menikmati kepiluan...)
Merasakan cinta (Alur khayalan...)
Terpendam dihati (Hanya lukisan...)
Dan tak nyata...
LEMBARAN LAMA
Pernah Kurasa untuk jujur
Namun kumasih berfikir
Begitu berat yang kurasa
Atas semu yang terjadi
Lembaran lama kembali
Kenangan lampupun merekah
Satu bayang silam kini
Hadir kedalam masa kelabu iri
ketika kuterjatuh
Dan ketika kuterhembas
Kau hanya diam dan membisu
Wahai cinta dimanakah
kau sembunyikan rasa itu
Wahai cinta berpalinglah
Atas apa yang kurasa
Namun hari telah berganti
Malampun kian berlalu
seakan nafas nan berhembus
LIMA BAIT SUCI
Saat terkubuka mataku ini
Kau hadir dengan kenangan
Wajahmu masih terlukis indah
dalam keringnya seluruh nafasku
kau taburkan benih cintanya
Didalam Hati yang membisu
Tinggalkan semua bayang
hempaskan wangi jiwamu
naluri diriku dan dirimu
Tinggalkan semua kenangan
Kala senja turut menepi
Malampun datang menemani
Lambaikan diri ini berlalu
Dari sahara putih membeku
Biarlah seuntai anganku
Berlalu dan memeluk rindumu
MENGGAPAI BUKIT PERTEMUAN
Ketika tujuh hari dilalui
Dinding dinding langit tercipta
Dihiasi kaca surgawi yang indah
Dan bumi terhampar luas
Wahai anak adam…
Bangkitlah dari tidurmu
yang diselimuti dosa
Wujudkan mimpi mimpimu
Pegang erat tanganku
Api kehidupan yang abadi
Memaksa kita untuk bangkit
Tinggalkan janji janji
Kita gapai bukit pertemuan
Padamkan api kehidupan
Nyalakan cahaya kegelapan
Raih kaca kaca surgawi
Diatas puncak bukit pertemuan
Biarkan seribu tangis berlalu
Biarkan Lautan air mata mengalir
Ditangankulah semua itu berjalan
Kita gapai bukit pertemuan
MIDAS
Lintah liar mengoyak dagingku
Kunikmati perih pilu cumbuan khobaitsi
Lelah gundah untuk temukan dirinya
Apa ini masokisme
Tak mau kuberhenti kurajam diri sendiri
Bagai rindu nosferatu
Pada surya di benderang hari
Singkapkanlah sekejapun
Cadar hitam gerhana purnama
Menepilah dari langit
Perbudak jasadku
Seperti kau perbudak jiwaku
Mengapa tak ada jalan yang mudah selalu menyakitkan
Seolah midas seujung sentuh berubah tragedy
Layak kanabis membuai berwujud ambrosia
Lalu perih menuai kumencandu namamu
Aku majnun yang berlayar
Dalam badai sahara rindu
Menatap cakrawala malam
Apa rangkaian mutiara biduk itu kalung yang bersandar didadamu
Maka tikam nadi leherku dengan delapan mata kejora
Biar nyawaku lepas terbang dikanopi hadramaut
Cumbu bangkaiku siluet merah yang hanya bertabir darah
REINKARNASI
Satu masa yang telah pergi
Takan pernah kan kembali
Bening kaca, kaca surgawi
Berpijar untuk selamanya
Ketika air mata mengalir
Ketika manusia berdosa
Semuanya akan musnah
Bersama waktu...
Kucoba untuk memejamkan mataku
Didalam rintihan hati...
Hadapi bayangan semu
Berharap akan kembali
Hadapi bayangan semu
Berharap akan kembali
Satu masa yang telah pergi
Takan pernah kan kembali
Bening kaca, kaca surgawi
Berpijar untuk selamanya
SENGKAKALA UHUD
Ketika sangkala uhud tiup
Ketika parit khondak digali
Langit yang seolah membisu
Bangkit bersama awan hitam
Bening tetes air mata surga
Mengalir lewati buai sanubari
Berpaling selimuti kalbu hitam
Terlintas bayang semu
Seruan sang khalifah bumi
Mengiringi hempas sayap Jibril
Menggema untuk dunia hitam
Tertimbun serpihan puing dosa
Datanglah untuku satu malam
Penuh kenangan yang padam
Bisikan dalam sisi pilu hatiku
Bias makna cinta
Bening tetes air mata surga
Mengalir lewati buai sanubari
Berpaling selimuti kalbu hitam
Terlintas bayang semu
SCARLET DIVINE
Dalam sepi kusendiri
terus menepi
Kutuliskan sajak cinta
tentang bayangmu
Kutakan bisa memelukmu
walau kau masih disisiku
Kau hanya bayang semu
Yang slalu menghiasi tuk anganku
Kubisikan bait malam
pada mimpimu
Takan pernah kumengerti
arti cinta itu
Kini kau bawa sejuta mimpi
Dan kau berikan untuku
Kau hanya bayang semu
Yang slalu menghiasi tuk anganku
SEBUAH SYMPHONI
Kuberjalan dalam Sepi
cahayamu kuberserah
Lewati purnama lalui malam
Terbaring tanpamu
Hamparan langit
yang menghitam
Kegelapan malam
Bening kaca surgawi
yang memudar
dalam diriku
kurasa semua mimpi
Saat mentari memudar
Terdengar alunan malam
Pecahkan semua kenangan
Izinkan aku melangkah
Dalam sisi kilau bintang
Berikan padaku satu
Rahasia langit yang membisu
SENJA ABADI
Terlintas dibenaku rasa yang pergi
Apakah semua hanyalah mimpi
Biaskan aku seberkas cahaya
Kian tenggelambersama senja
Kegelapan yang membisu
Ku akan bangkit dari kenyataan
Yang telah memudar
Dalam impian yang telah lama
Menghilang
Akan kulalui semua nista dalam jiwa ini
Tersirat satu makna takan kembali
Terbang tinggi menuju senja yang abadi
Hamparan surgawi
Kulukiskan dunia dengan penuh warna
Bagai bintang yang bersinar terang
Akan kulalui semua nista dalam jiwa ini
Tersirat satu makna takan kembali
Hati yang kian membeku terkikis oleh dosa
Terukir dalam jiwa tanpa cinta
STIGMATA SAVANNAH
Kurasakan atas mimpi kau berpaling
Kaurasakan tangis pilu dalam diriku
Dimanakah cinta itu?
Hilang tanpa bayangan
Kaupergi tinggalkanku...
Menepi disavannah
Kau tebar Stigmata
pesona janji manis
pada Dusta
Dalam merah libido
Serta rindu gamorah
Kaulangkahkan jalanku
Penuh kegelapan
It's not lash they fear
It is my divine power
But I'am a generous God
I will make your warlock
Of all greenery
You'll carry my spellbound
To the heart of enchant
Your hellsinian rival
will kneel at your feet
Haruskah kumenunggumu yang berlalu
Haruskah Kaumenantiku pada anganmu
Kemanakah rasa itu?
Mungkinkah dia telah pergi?
Kau buatku sendiri..
SYMPHONIUM
dalam keheningan jiwa ini masih
mencari bayangan dihatinya
waktu yang berlalu takan kembali
mengisi hariku disisimu
Dalam kegelapan malam purnama
kau pergi tinggalkan kusendiri
Diiringi angin ragaku menerpa
Luasnya samudra air mata
Merekahlah bunga layu
didalam hati yang membisu
Hadirkanlah kepadaku
bayang rindu itu
dihatiku..
Terbanglah bersama tiga titik nafasku
Heningkan semua malam demi malammu
Cumbulah tubuhku
kupersembahkan untukmu
Kini Telah aku temukan
dan aku lalui kehampaan Bersama
Nyanyian duka
Kuraih keabadian
STILL I DONT KNOW WHY
Waktu Terus berlalu
dalam untaian sendu
Kian Lama membisu
kumenantimu
Dalam buaian jamshid
serta risalah rowdhid
Desah angin bersua
kelabu biru
Dimanakah dapat kutemukan
bayang dirimu dalam himpitan rindu
Dimanakah akan kudapatkan
asa hatimu pada alunan pilu
I dare not to sleep anymore
Cause I hear her voice
in every nightmare in my dreams
Masih terus terasa
perih yang menerpaku
Akankah kita mampu
terus bersama
Can you tell me now
what you had done
if you were me...
and still I don't know who
Sabtu, 01 November 2014
BELAJAR DARI FILOSOFI MENDAKI GUNUNG
BELAJAR DARI FILOSOFI MENDAKI GUNUNG
Gunung adalah bayang-bayang kehidupan
Puncaknya adalah cita-cita
Lerengnya adalah usaha
Lembahnya adalah iman dan pengetahuan
Hutannya adalah anugerah
Dan kabutnya adalah cobaan
Semakin runcing sebuah gunung
Semakin sulit pula menggapai puncaknya,
tapi butuh waktu yang singkat
SEBALIKNYA
Semakin landai sebuah gunung
Semakin mudah pula menggapai puncaknya,
tapi butuh waktu yang lebih lama
Tapi
Puncak bukanlah tujuan akhir,
karena jalan menurun, telah siap untuk ditapaki
semakin sulit dan menyesatkan
menuju lembah tempat kembali
SAJAK RIMBA
SAJAK RIMBA
Kami adalah bayang-bayang, yang merayap di tengah jagad rimba
Berdiri di atas tanah, berjalan di atas awan
Berselimut kabut, bersahabat dengan udara yang menusuk raga
Menyerah bukanlah jalan, tetapi mati bukanlah tujuan
Jati diri adalah yang kami cari-cari
Ketika semua orang lelap dalam tidur
Kami ajak alam berdiskusi
Tentang kekuasaan tak terbatas
Alam adalah sahabat, guru dan musuh yang terkejam
Bertualanglah...........................dan ceritakan kepada dunia
Betapa lemahnya engkau dalam pelukan alam
Ceritakanlah..........................ceritakanlah.!
Karena setelah engkau mati, maka mereka yang akan bercerita tentang engkau.
Dan engkau tidak akan hidup sia-sia, hidupmu akan lebih berarti dan abadi.
Demikianlah kami yang hidup di tengah jagad rimba
KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA
KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA
“ PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA “
“PECINTA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT INDONESIA SADAR AKAN TANGGUNG JAWAB KAMI KEPADA TUHAN, BANGSA DAN TANAH AIR ”
” PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA PECINTA ALAM ADALAH SEBAGAI MAKHLUK YANG MENCINTAI ALAM SEBAGAI ANUGERAH TUHAN YANG MAHA ESA “
Sesuai dengan hakekat diatas kami dengan kesadaran menyatakan :
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air.
4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.
Disyahkan bersama dalam GLADIAN IV – 1974 Di Ujungpandang
GUNUNG ADALAH SUMBER ILMU
Kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa ada banyak sekali ilmu yang sesungguhnya bisa kita petik dari kegiatan mendaki gunung. Ilmu apa sajakah itu?
Berikut ini hanyalah sebagian dari beberapa kelompok ilmu yang bisa diajarkan gunung kepada kita:
1. Ilmu pengetahuan alam
Tak dapat dipungkiri, bahwa gunung adalah sumber ilmu pengetahuan. Para peneliti yang gemar meneliti tentang gunung, akhirnya dapat menemukan dan merumuskan beberapa ilmu-ilmu baru yang dapat berguna bagi manusia. Seperti contohnya: Ilmu volcanologi, botani, zoologi, topografi, ilmu batuan, ilmu lapisan tanah, ilmu obat-obatan, arkeologi dsb yang terlalu banyak untuk disebutkan.
Cabang-cabang ilmu pengetahuan tersebut, tentu saja tak begitu saja muncul. Melainkan melalui proses pencarian dan penemuan secara berkala oleh orang-orang yang memang senang sekali menjelajah gunung-gunung, dan kegiatan pencarian itulah yang sebenarnya disebut dengan ekspedisi. Jadi ekspedisi bukan sekedar mendaki puncak-puncak gunung lalu pulang kembali tanpa menghasilkan sesuatu. Jika ada kegiatan ekspedisi yang demikian, bisa disebut hanya sekedar kegiatan melakukan hobi mendaki gunung. Bukan melakukan ekspedisi.
2. Ilmu sosial
Kegiatan mendaki gunung juga akan berdampak pada bertambahnya wawasan tentang ilmu sosial kita. Sebab, setiap kita mendaki gunung maka kita akan selalu bertemu dan berhubungan dengan orang lain, baik dengan teman sendiri, penduduk desa atau dengan para pendaki yang mungkin kita jumpai. Kita akan belajar bagaimana bergaul, menghormati dan bersikap baik dengan orang lain, karena jika kita tidak mampu beradaptasi dengan baik, maka kita akan merasakan kerugian yang bisa langsung kita rasakan sendiri.
Dengan mendaki gunung, mengajarkan kita untuk bersosialisasi, bekerjasama dan menjalin tali persahabatan. Oleh karena itu, setelah melakukan kegiatan mendaki gunung, biasanya kita akan merasakan tali persahabatan terjalin lebih erat daripada sebelumnya. Sebab, kita sudah melalui hidup bersama mengatasi berbagai kesulitan, tidur bersama, makan bersama, susah bersama, dan senang bersama selama beberapa hari di alam bebas.
Selain itu, kita juga akan banyak belajar tentang masyarakat desa. Sebab ketika kita melalui desa atau dusun terpencil tempat kita melakukan titik awal pendakian, maka secara tak langsung kita akan belajar mengenal tentang kebudayaan masyarakat baru yang kita temui disana. Baik bahasanya, agamanya, sistem sosialnya, mata pencahariannya, ilmu pengetahuannya, keseniannya, atau adat istiadatnya. Meskipun mungkin kita hanya singgah beberapa hari saja di desa mereka, tapi sebenarnya secara tak langsung kita telah mempelajari sedikit tentang masyarakat desa yang kita singgahi. Dengan demikian, jika kita peka terhadap lingkungan masyarakat yang kita temui, maka kita akan mudah bergaul dengan mereka dan begitu juga dengan mereka akan lebih menghormati kedatangan kita.
Oleh karena itu, sangat disayangkan jika kita hanya sekedar melakukan pendakian gunung tanpa memperhatikan lingkungan masyarakat desa yang kita temui. Kita akan kehilangan beberapa ilmu yang sesungguhnya dapat bermanfaat baik bagi kita sendiri ataupun bagi orang lain.
Lebih baik lagi jika kita akan mendaki gunung, sebelumnya juga mempelajari tentang karakter masyarakat di desa tempat kita melakukan titik awal pendakian. Meski terlihat sepele, tetapi sesungguhnya hal ini sangat penting untuk diri kita sendiri. Karena itu jadilah pecinta alam yang gemar menulis rencana dan catatan perjalanan.
3. Ilmu Filsafat
Mendaki gunung akan mendekatkan kita kepada alam, hal ini tentu bukan rahasia lagi. Sama halnya dengan seorang pelaut yang mengatakan bahwa ‘dengan mengarungi lautan kita akan mengenal diri kita dan bisa lebih menghormati alam’. Sebenarnya hampir sama antara pelaut, pendaki gunung, penerbang atau bahkan astronot.Semakin kita menjelajahi alam maka kita justru akan merasa dekat dengan alam, baik sebagai sahabat atau musuh sekalipun. Jika kita merasakan kedekatan dengan alam dan mengenal alam dengan baik, maka dengan sendirinya kita akan tahu siapakah sebenarnya kita ini.
Jika kita sedang berada di tempat yang aman dan nyaman, berada di rumah, gedung atau hotel dengan dikelilingi orang-orang terdekat kita. Mungkin kita akan merasa sebagai manusia yang memang lebih unggul dari makhluk lainnya. Tetapi jika sedang berada di tengah hutan yang gelap, dikelilingi kabut dan udara yang menusuk tulang. Kita akan tahu bahwa kita hanyalah makhluk yang paling lemah. Kita kalah jauh dengan tumbuhan dan hewan yang mampu bertahan hidup di tengah hutan tanpa membawa bekal makanan atau tenda untuk berlindung dari hujan dan dinginnya udara.
Dengan mendaki gunung, kita akan terbiasa merasakan betapa lemahnya diri kita dan betapa dahsyatnya kekuatan sang alam. Apalagi penciptanya?
Apabila kita sampai di puncak-puncak gunung, kita akan melihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Di atas kita, ada langit yang seolah begitu dekat dan luas. Di bawah kita, terhampar dataran yang dihuni oleh berjuta-juta manusia dengan berbagai kesibukannya. Dan ternyata kita hanyalah satu diantara berjuta-juta makhluk yang tinggal di bawah sana. Semua tampak seperti debu yang bertebaran di padang yang luas. Apa lagi yang bisa kita sombongkan?
Demikianlah, dengan mendaki gunung kita akan merasakan kedekatan dengan alam yang pada akhirnya akan mengantarkan kita kepada kedekatan diri kita dengan Tuhan. Jadi dengan mendaki gunung, kita akan belajar ilmu agama yang jauh lebih tinggi, yakni ilmu hakikat diri.
Hal-hal demikian ini, sesungguhnya sudah dibuktikan oleh para nabi dan kaum petapa yang gemar sekali mendaki gunung untuk sekedar bertapa dan menyendiri guna mendekatkan diri kepada Tuhan.
Dengan menyendiri di gunung-gunung selama beberapa hari bahkan sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun, mereka merasakan kedekatan dengan Tuhannya. Sampai pada akhirnya, mereka dikaruniai beberapa ilmu yang tak semua orang bisa mendapatkannya.
Ilmu hakikat.
“Jika kita mampu mengenali diri sendiri, maka kita akan mengenali Tuhan” (Petikan kalimat dari para kaum hukamah/sufi)
Salam Rimba
SALAM RIMBA....>>>***
Untuk orang-orang yang menghargai hidup dengan bertualang mempertaruhkan hidup
“Allah telah menjadikan bumi terhampar luas untukmu, agar kamu dengan bebas meniti jalan-jalan yang terbentang di bumi” (Al Quran Surat Nuh: 19-20)
“....Gunung-gunungpun Ia pancangkan, untuk kesenanganmu..........” (Al Quran Surat An Naazi’aat: 32)
“Kamilah yang menghamparkan bumi, dan kami pula yang menegakkan gunung-gunung, serta menumbuhkan segalanya dengan imbang” (Al Quran Surat Al Hijr: 19)
“Allah menjadikan sebagian ciptaanNya sebagai tempat bernaung untukmu, dan menjadikan gunung-gunung sebagai tempat berlindung....” (Al Quran surat An Nahl: 81)
“Dialah yang membentangkan bumi dan menciptakan gunung-gunung dan sungai-sungai disana. Dia menjadikan semua jenis buah-buahan, masing-masing berpasangan. Dia pulalah yang menutupkan malam pada siang. Sungguh, dalam semua itu terdapat ayat-ayat kebesaranNya bagi kaum yang mau berpikir” (Al Quran Surat ar Ra’ad: 3)
“Katakanlah: Berjalanlah di muka bumi!”
(Petikan dari buku “La Tahzan” karya DR. Aidh Al-Qarni)
Di antara perkara yang dapat melapangkan dada dan meleyapkan awan kesedihan dan kesusahan adalah berjalan menjelajah negeri dan membaca “buku penciptaan” yang terbuka lebar ini untuk menyaksikan bagaimana pena-pena kekuasaan menuliskan tanda-tanda keindahan di atas lembaran-lembaran kehidupan. Betapa tidak, karena anda akan banyak menyaksikan taman, kebun, sawah dan bukit-bukit hijau yang indah mempesona.
Keluarlah dari rumah, lalu perhatikan apa yang ada di sekitar Anda, di depan mata anda, dan di belakang Anda! Dakilah gunung-gunung, jamalah tanah di lembah-lembah, panjatlah batang-batang pepohonan, reguklah air yang jernih, dan ciumkan hidungmu di atas bunga mawar! Pada saat-saat yang demikian itu, Anda akan menemukan jiwa Anda benar-benar merdeka dan bebas seperti burung yang berkicau melafalkan tasbih di angkasa kebahagiaan. Keluarlah dari rumah Anda, tutup kedua mata Anda dengan kain hitam, kemudian berjalanlah di bumi Allah yang sangat luas ini dengan senantiasa berdzikir dan bertasbih.
Marilah sekali-kali kita membaca Al-Qur’an di tepi-tepi sungai, di pinggiran hutan yang rimbun, di antara burung-burung yang sedang berkicau membaca untaian puisi cinta, atau di depan gemericik aliran air sungai yang sedang mengisahkan perjalanannya dari hulu ke hilir. Marilah sesekali kita berjalan menjelajah pelosok negeri untuk mencari ketenangan, bergembira, berpikir, dan sekaligus menghayati ciptaan Allah yang sangat luas ini.
(Dan, mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):”Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau”)
(Al Quran surat Ali Imran: 191)
Mendaki gunung pada awalnya merupakan sebuah kegiatan yang harus dilakukan oleh seseorang untuk sebuah keperluan tertentu, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
Memasuki masa neo klasik, yakni pada masa penjajahan. Kegiatan mendaki gunung memiliki tujuan Tertentu. Seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda bernama Clignet (1838) diketahui sebagai orang pertama yang mendaki gunung Semeru (Jawa Timur) dengan tujuan untuk penelitian struktur tanah dan kemudian dilanjutkan oleh ahli botani Junhuhn (1945) yang mendaki gunung Semeru untuk meneliti jenis-jenis tumbuhan berdasarkan ketinggian.
Pada masa yang sama, bangsa Indonesia mendaki gunung untuk keperluan taktik perang. Panglima Jendral Sudirman dan para prajuritnya mendaki gunung dan perbukitan di daerah jawa tengah untuk menjalankan taktik perang gerilya melawan Belanda, demikian pula Pahlawan Supriadi memimpin pasukan gerilya dengan menjelajahi kawasan gunung kelud di sekitar daerah Blitar-jawa timur.
Konon bangsa Belanda juga turut mendaki gunung Argopuro untuk membuat landasan pesawat terbang di lereng gunung Argopuro guna mengangkut hasil pengalengan daging rusa (sekarang Cikasur). Dari sini kita bisa melihat tujuan dari mendaki gunung menjadi semakin beragam.
Kumpulan kata-kata mutiara bijak : Alam Semesta
1. Peganglah sebuah kelereng kecil, dan
berjalanlah sejauh 2 Km. Renungkanlah: jika
bumi hanya sebesar kelereng, maka bintang
terbesar yang kita ketahui adalah bola
sepanjang 2 km.
2. renungilah semesta ini, meskipun anda
hidup jutaan tahun anda akan terkesima
dengan luasnya hikmah yang belum sempat
anda petik.
3. Alam ini diciptakan dengan jutaan misteri
yang tidak kita ketahui. Bukan misteri yang
membuat kita takut, tapi misteri yang
membuat kita bergairah untuk
mengetahuinya.
4. alam semesta ini memiliki batas, tapi
hikmah yang bisa dipetik padanya tak
terbatas.
5. jika engkau telah merenungi semesta dan
melihat luasnya lautan ilmu yang
dimilikinya, maka engkau akan bertindak
layaknya puisi dalam syair pujangga
6. bahkan sat kita sedang menghancurkan
alam, kita selalu diberi sebuah pelajaran
berharga.
7. Ilmu pengetahuan telah berkembang pesat.
Kita telah memiliki kekuatan yang mampu
menghancurkan bumi dalam sekejap. Tapi
kita masih perlu belajar keras untuk
menjadikan bumi setingkat lebih baik.
8. Alam telah memenuhi segala kebutuhan
kita. adapun keinginan kita, alam juga telah
menyediakannya. Tapi kita perlu sedikit
usaha untuk mencarinya.
9. jika yang kita inginkan adalah kekayaan,
maka sesungguhnya setiap debu yang
beterbangan disekitar anda bisa di ubah
menjadi kekayaan.
10. bumi hanya titik kecil yang tak terlihat
jika dibandingkan luasnya semesta. Dan
umur kita hanya sekejap jika dibandingkan
dengan sejarah semesta.
11. Semakin dalam anda merenungi alam
semesta, semakin bertambah jumlah yang
harus anda gali.
12. bagi mereka yang bersedih, lihatlah
keindahan alam. Bagi mereka yang merasa
sempit, lihatlah luasnya semesta. Dan bagi
orang-orang kecil, lihatlah besarnya alam
semesta ini. Kemidian lihatlah sang perkasa
yang telah menciptakannya.
13. keindahan alam lebih dari cukup untuk
menyejukkan hatimu yang bersedih. Dan
menyembuhkan hatimu yang terluka.
14. Jika engkau ingin mengenal tuhan, maka
renungilah tanda-tanda yang disebarkan di
alam semesta.
15. setiap debu yang beterbangan adalah
sumber inspirasi yang tak terhingga.
16. keluarlah menjelajah alam yang luas,
maka anda akan menjelajah arti dari sebuah
kehidupan.
17. Alam telah hidup jutaan tahun. Karena
itu alam akan mengajarkan lebih banyak
pengetahuan daripada Orang-orang cerdas
yang anda temui.
18. Kebahagiaan yang anda rasakan belum
sempurna sebelum anda merasakan
kebahagiaan yang timbul karena merasakan
keindahan alam.
19. lelah yang kau rasakan saat menjelajah
alam akan setimpal dengan inspirasi yang
kau dapatkan.
20. Alam telah diciptakan untuk memenuhi
apapun kebutuhan manusia. Tapi sebelum
itu terjadi kita perlu memiliki beberapa ilmu
untuk menjadikan alam berpihak kepada
kita.
Langganan:
Postingan (Atom)